pelaksanaan pembelajaran dengan teknik diskusi
Dalam proses belajar mengajar, seorang pendidik harus memiliki strategi agar peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien. Untuk itu seorang pendidik harus menguasai teknik dalam penyajian materi atau biasa yang disebut dengan metode mengajar. Teknik penyajian adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang digunakan pendidik di dalam kelas maupun di luar kelas. Hal ini tentunya digunakan untuk memotivasi peserta didik agar mampu menguasai pengetahuan, keterampilan serta sikap dari materi yang disajikan oleh pendidik. Diskusi merupakan salah satu teknik penyajian yang biasa dilakukan para pendidik di dalam kelas. Di dalam teknik diskusi terjadi proses intraksi antara dua atau lebih peserta didik yang terlibat untuk saling bertukar informasi, pengalaman sehingga pada akhirnya dapat memecahkan masalah yang ada. Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan teknik diskusi adalah :
Perencanaan Diskusi
Menetapkan tujuan diskusi
Penetapan tujuan diskusi sesuai kompetensi, topik dan perumusan masalah serta mengaitkan topik dan perumusan masalah dengan kebutuhan hidup sehari-hari peserta didik.
Pemilihan model diskusi
Pemilihan model diskusi disesuaikan dengan kompetensi yang hendak dicapai. Model diskusi menurut sifatnya Antara lain : Controlled discussion, proses diskusi yang direncanakan dan diarahkan secara tegas oleh guru. Buzz discussion, proses diskusi yang dilakukan oleh 2-6 orang dengan cara informal dengan waktu yang pendek dan berada ditengah pelajaran. Case discussion, proses diskusi dengan cara membahas problem yang nyata guna dianalisis secara terperinci,dengan memberi saran dan pemecahan masalah atau keputusan. Free group discussion, situasi diskusi yang ditumbuhkan dimana tema dan arahan di pilih oleh peserta didik, pendidik hanya sebagai pengamat. Brainstorming, diskusi intrensip yang dilakukan secara bebas, spontan,untuk menumbuhkan ide baru, pemecahan masalah, dan keputusan. Seminar, cara diskusi dengan menyajikan presentasi paper dll, untuk menumbuhkan daya kritis, mengetengahkan argumen, dan adu argumen.
Penentuan jumlah kelompok dalam diskusi
Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan ketentuan setiap kelompok maksimal terdiri dari 10 orang. Penentuan anggota kelompok ditentukan oleh pendidik dan peserta didik berdasarkan keragaman kemampuan peserta didik.
Penentuan waktu dan tempat diskusi
Waktu pelaksanaan diskusi diatur secara tepat sesuai dengan waktu pembelajaran yang terdapat pada satuan pelajaran. Menentukan tempat diskusi dengan mengatur tempat antar kelompok agar mudah untuk berkomunikasi.
Memperhatikan suasana kelas yang kondusif untuk melakukan metode diskusi
Menciptakan perasaan senang untuk menimbulkan hasrat belajar (terbuka,bersahabat,harmonis,dan penuh antusias untuk belajar). Suara yang berpendapat harus terdengar di seluruh ruangan. Tidak terdapat suara gaduh disekitar lingkungan luar kelas yang mengganggu proses diskusi. Setiap kelompok dan anggota kelompok memiliki jarak pandang yang baik antara sesamanya.
Pelaksanaan Diskusi
Penjelasan tujuan diskusi
Ada penjelasan tujuan diskusi oleh pendidik serta penjelasan topik dan perumusan masalah yang akan diketengahkan dalam diskusi secara jelas disampaikan oleh pendidik.
Pembuatan struktur kelompok
Menentukan mekanisme atau tata cara diskusi yang akan dilakukan dengan cara menentukan seorang pimpinan sebagai moderator untuk mengendalikan lalulintas komunikasi dalam diskusi yang dipilih oleh semua kelompok dan pendidik, menentukan seorang sekertaris untuk mencatat pendapat dan hasil diskusi yang dipilih oleh semua kelompok dan pendidik. Setiap kelompok memilih anggotanya untuk menjadi ketua dan sekertaris.
Pembagian tugas dalam diskusi
Moderator atau pimpinan diskusi mengatur jalannya diskusi sesuai dengan tata cara diskusi yang telah disepakati. Sekertaris mencatat setiap saran dan pendapat yang dikemukakan oleh setiap kelompok dan anggota kelompok. Setiap anggota memiliki tugas dan peran yang jelas dalam kelompoknya. Setiap anggota dalam kelompoknya memiliki kesempatan yang sama untuk mengemukakan pendapatnya. Pendapat kelompok ditujukan kepada seluruh kelas. Pendapat anggota kelompok ditujukan kepada kelompok dan dapat disampaikan kepada seluruh kelas. Pendidik mengawasi jalannya diskusi dengan seksama. Pendidik memberikan arahan yang tepat sesuai dengan tata cara diskusi bila ada penyimpangan.
Menciptakan partisipasi seluruh peserta didik untuk berdiskusi
Memberikan penguatan kepada peserta didik berupa penghargaan diri terhadap pendapat yang dikemukakan. Menciptakan semangat berlomba dalam berfikir kritis dan mempertahankan pendapat, serta menerima pendapat yang orang lain. Memberikan pertanyaan kepada semua kelompok yang menggerakkan dan merangsang daya berfikir peserta didik. Memberikan keleluasaan kepada setiap kelompok dan anggota kelompok untuk berargumentasi tanpa adanya suatu tekanan dari kelompok yang lain.
Menghargai pendapat yang disampaikan
Setiap anggota dan pendidik menghargai pendapat yang disampaikan oleh anggota dan kelompok yang lain. Menerima pendapat orang lain walaupun berbeda dengan pendapat sendiri. Penyangkalan pendapat orang lain dilakukan dengan baik dan sopan sesuai dengan tata cara diskusi.
Tindak Lanjut
Menyimpulkan hasil diskusi
Setiap kelompok membuat kesimpulan hasil diskusi yang telah dilakukan. Setiap kelompok menjelaskan hasil diskusi kepada seluruh kelas. Pendidik membacakan kembali kesimpulan diskusi yang telah disampaikan siswa setelah dikoreksi.
Penilaian proses diskusi
Pendidik memberikan penilaian terhadap jalannya proses diskusi kepada peserta didik sebagai bahan perbaikan berikutnya. (SH, Sumber: Strategi Belajar Mengajar/Nana Sudjana, Didaktik/Nasution,Teknik Penyajian/Moh.Ali)